There are so many accidents involving structure failures and trespassing of engineering responsibility. Countless events and accidents have been recorded, some have been put in the court but some are left unsolved – and eventually forgotten. The last one happens in my home country. I made this just for knowledge for common people, who don’t even know how engineer works. Because this is my country’s matter, I’ll give the explanation in my native language.

Indonesia adalah satu-satunya negara yang belum memiliki Undang-Undang Keinsinyuran sampai sekarang, dan sudah waktunya Indonesia menerapkan RUU tentang Keinsinyuran ini demi negara kita sendiri. Sebagai pengetahuan, tahun 2012 ini RUU Keinsinyuran telah disusun dan kemungkinan besar tahun 2013 akan sudah diterapkan sepenuhnya. Mengapa insinyur harus memiliki undang-undang? Bukankah mereka ‘hanya’ bekerja menurut apa yang di-S.O.P-kan saja? Secara teknik, analitis, dan sudah meruntut pada perhitungan eksak matematis?

Hal inilah yang belum disadari oleh bangsa kita selama ini. Dengan mudahnya seseorang bisa ‘ngeles’, “ah, itu kan cuma masalah teknis, perbaiki sedikit bisa kembali normal”. Benarkah “cuma”? Bagaimana kalau karena masalah teknis yang terlihat sepele dan kecil itu ternyata mengakibatkan kematian bagi banyak orang, apalagi di tengah krisis moral bangsa kita yang terlalu toleran  dan pelit sehingga “kalau bisa dikurangi, kenapa tidak?” Itulah yang terjadi pada Jembatan Kertanegara dan hal-hal kecil sekeliling kita.

Insinyur memerlukan sebuah dasar hukum yang tepat dan adil untuk, selain mengekang mereka supaya tidak menimbulkan kerugian dan korban, melindungi manusia. Keteknikan adalah bidang yang sangat vital dan kebanyakan orang awam menganggap remeh karena mereka tidak melihat apa yang akan terjadi bila alat/ struktur tersebut mengalami kegagalan. Faktor safety telah diperhitungkan matang-matang, apabila faktor ini dikurangi demi mendapatkan keuntungan bagi pengelola apa yang terjadi?

Tidak seperti dunia seni, dunia teknik adalah eksak dan menyangkut nyawa orang banyak. Contoh paling sederhana: kabel listrik rumah yang sudah mengelupas dibiarkan begitu saja sampai terjadi percikan api (short-circuit), meletakkan komputer dekat air minum, mencolokkan perangkat listrik ke steker tanpa alas kaki – dan ternyata stekernya berdebu sehingga kemungkinan besar terjadi lompatan bunga listrik ketika dicolokkan, pembuatan jalan yang tidak sesuai standar dan asal-asalan sehingga ketika hujan turun akan membuat lubang dan air menggenang… dan mungkin membunuh pengendara motor yang melintasinya. Atau keteknikan sekitar kita di mana faktor keamanan telah diperhitungkkan: kabel yang dibungkus isolator karet, aki mobil yang dilindungi dengan casing yang tebal, stopper dan shock-breaker, sabuk pengaman…

Mungkin bila insinyur yang membangun tidak memiliki kode etik, benda-benda berkecapatan tinggi seperti jet-coaster yang ada di Dunia Fantasy bisa melayang ke neraka karena salah digit desimal, atau terjadi kebakaran hebat karena insinyur lupa mematikan ‘keran’ (valve) pada sebuah kilang minyak. BILA ada yang lebih tidak punya kode etik, mereka bisa membangun bom nuklir, shockgun, penyemprot zat asam, zat biokimia, bahkan mengembangkan virus untuk membunuh banyak orang. Maka dari itulah kode etika dan hukum insinyur sangat diperlukan.

Sesuai dengan apa yang telah saya terima di kelas Etika Profesi dan Kerja Praktik Teknik Fisika, secara garis besar ada 6 poin hukum dasar, di mana di sini hanya dijabarkan sangat singkat:
1) K3L (utamakan keselamatan orang banyak)
2) Bekerja HANYA sesuai kompetensi (hanya INSINYUR yang bisa mengadili insinyur)
3) Pernyataan publik yang jujur dan objektif (tidak boleh melebih-lebihkan, apalagi berbohong tentang spesifikasi teknik)
4) Setia pada majikan / klien (sebagai insinyur profesional wajib menghormati klien, mengungkap konflik kepentingan, dan tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun pada saat proyek berlangsung)
5) Menghindari penipuan (kualifikasi diri dan perihal suap-menyuap)
6) Wibawa, tanggungjawab, patuh hukum, dan menjaga kehormatan profesi

Advertisements